Binjai, Poskini — Praktik perjudian berkedok hiburan ketangkasan "tembak ikan" di kawasan Jl. Ade Irma Suryani No.103, Pekan Binjai, Kec. Binjai Kota, Kota Binjai, Sumatera Utara 20742 (Simpang jalan masuk Titi Gantung Limau Sundai pagar berwarna coklat) dilaporkan terkesan kebal hukum. Bisnis ilegal yang telah berjalan selama kurang lebih 3 tahun tersebut hingga kini masih bebas beroperasi secara terang-terangan di depan publik tanpa menyentuh jerat hukum, Sabtu (11/7/26).
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga sekitar, lancarnya bisnis haram ini diduga kuat karena adanya keterlibatan oknum Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertindak sebagai pelindung atau backing di lapangan.
"Sudah 3 tahun ini buka terus dan makin berani terang-terangan. Warga sebenarnya resah, tapi tidak ada yang berani protes langsung karena kabarnya pria yang memakai kaos warna kuning itu seorang oknum (TNI) yang membeckup kegiatan tersebut," ujar seorang warga Titi Gantung Limau Sundai Binjai yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.
Selain faktor backing dari oknum TNI, lambannya respons dari kepolisian setempat juga memicu kecurigaan publik. Pihak kepolisian Binjai Kota dan Polres Binjai diduga sengaja menutup mata atas aktivitas perjudian yang lokasinya cukup mencolok tersebut, yang menimbulkan dugaan kuat di tengah masyarakat bahwa pihak pengelola judi tembak ikan secara rutin memberi amplop kepada oknum kepolisian kota Binjai agar operasional mereka tetap aman dari penggerebekan. Hal ini disinyalir menjadi alasan utama "mengapa Polsek Binjai Kota dan Polres Binjai belum pernah melakukan tindakan tegas hingga saat ini ?" Diduga keras ada apa "
Aktivitas judi tembak ikan yang kian semena-mena ini dinilai telah merusak moral masyarakat sekitar dan menciptakan keresahan sosial. Warga mendesak adanya transparansi dan ketegasan dari pimpinan tertinggi instansi Polri maupun TNI.
Masyarakat memohon kiranya hal ini ditanggapi* warga meminta:
Puspom TNI segera turun tangan untuk menyelidiki dan menindak tegas oknum anggota yang terbukti menjadi pelindung bisnis judi.
Propam Polri melakukan investigasi menyeluruh terhadap jajaran kepolisian setempat terkait dugaan penerimaan suap dari pihak pengelola.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian maupun perwakilan TNI wilayah kota Binjai belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan keterlibatan oknum dan pembiaran praktik perjudian tersebut.
(Bersambung...)
J.Saragih


