Iklan

iklan

Menkeu AS Bessent isyaratkan Trump akan "tekan" Xi soal Iran

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:26 WIB Last Updated 2026-05-05T05:26:07Z
Menkeu AS Bessent isyaratkan Trump akan
Jakarta, Poskini.com - Dalam sebuah pertemuan yang diadakan di Washington DC, Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump akan mendorong Presiden Tiongkok Xi Jinping untuk mengambil langkah lebih serius dalam menangani masalah Iran. Pertemuan ini dihadiri oleh beberapa pejabat tinggi dari kedua negara, termasuk duta besar AS untuk Tiongkok, Terry Branstad. Menurut Bessent, Trump berencana untuk membahas masalah Iran dengan Xi Jinping dalam pertemuan mereka yang akan datang. "Presiden Trump ingin memastikan bahwa Tiongkok memahami pentingnya mengambil langkah-langkah yang efektif untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir," kata Bessent dalam sebuah konferensi pers. "Kami percaya bahwa Tiongkok memiliki peran penting dalam membantu mencegah penyebaran senjata nuklir di kawasan Timur Tengah."

Langkah Strategis AS

Langkah ini diambil oleh pemerintah AS sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan tekanan pada Iran agar mereka mematuhi kesepakatan nuklir yang telah ditandatangani pada tahun 2015. Kesepakatan tersebut, yang dikenal sebagai Perjanjian Nuklir Iran (JCPOA), membatasi kemampuan Iran untuk mengembangkan senjata nuklir, tetapi AS telah menarik diri dari kesepakatan tersebut pada tahun 2018. Sejak itu, AS telah menerapkan sanksi ekonomi yang ketat pada Iran, yang telah menyebabkan kemerosotan ekonomi yang signifikan di negara tersebut. Bessent juga menegaskan bahwa AS tidak akan ragu-ragu untuk mengambil langkah-langkah lebih lanjut jika Iran terus mengembangkan program nuklirnya. "Kami memiliki berbagai opsi yang tersedia untuk kami, termasuk sanksi ekonomi dan militer," kata Bessent. "Kami percaya bahwa Tiongkok memiliki peran penting dalam membantu mencegah penyebaran senjata nuklir di kawasan Timur Tengah, dan kami berharap mereka akan bekerja sama dengan kami untuk mencapai tujuan ini."

Dampak pada Hubungan AS-Tiongkok

Pertemuan antara Trump dan Xi Jinping ini diharapkan dapat membantu meningkatkan hubungan antara AS dan Tiongkok, yang telah tegang dalam beberapa tahun terakhir karena persaingan ekonomi dan perbedaan pandangan dalam beberapa isu internasional. Namun, langkah AS untuk mendorong Tiongkok untuk mengambil langkah lebih serius dalam menangani masalah Iran dapat memperburuk hubungan antara kedua negara. Tiongkok telah menjadi salah satu mitra dagang terbesar Iran, dan telah menandatangani beberapa perjanjian besar dengan negara tersebut, termasuk perjanjian untuk mengembangkan lapangan minyak dan gas di Iran. Oleh karena itu, Tiongkok mungkin tidak ingin mengambil langkah-langkah yang dapat merugikan hubungan ekonominya dengan Iran.

Reaksi dari Iran

Iran telah bereaksi keras terhadap langkah AS untuk mendorong Tiongkok untuk mengambil langkah lebih serius dalam menangani masalah Iran. "Kami tidak takut dengan ancaman AS," kata Mohammad Javad Zarif, Menteri Luar Negeri Iran, dalam sebuah konferensi pers. "Kami percaya bahwa Tiongkok dan negara-negara lain akan melihat bahwa langkah AS adalah tidak adil dan tidak masuk akal." Zarif juga menegaskan bahwa Iran tidak akan mematuhi tekanan AS untuk membatasi program nuklirnya. "Kami memiliki hak untuk mengembangkan program nuklir kami, dan kami tidak akan membiarkan AS atau negara lain untuk mengganggu hak kami," kata Zarif. "Kami percaya bahwa Tiongkok dan negara-negara lain akan mendukung kami dalam upaya kami untuk mempertahankan hak kami." Dalam beberapa bulan terakhir, Iran telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan kemampuan nuklirnya, termasuk meningkatkan produksi uranium yang diperkaya dan mengembangkan sentrifugal baru. Langkah-langkah ini telah menyebabkan kekhawatiran di kalangan negara-negara Barat, yang percaya bahwa Iran sedang berusaha untuk mengembangkan senjata nuklir. Namun, Iran telah membantah tuduhan ini, dan menegaskan bahwa program nuklirnya hanya untuk tujuan damai. "Kami tidak memiliki niat untuk mengembangkan senjata nuklir," kata Zarif. "Kami percaya bahwa senjata nuklir adalah tidak etis dan tidak masuk akal, dan kami tidak akan pernah mengembangkannya." Dalam beberapa hari terakhir, situasi di Timur Tengah telah menjadi semakin tegang, dengan AS dan Iran terlibat dalam sebuah permainan cat-and-mouse yang kompleks. AS telah meningkatkan kehadiran militer di kawasan tersebut, termasuk dengan mengirimkan kapal perang dan pesawat tempur ke Teluk Persia. Iran, di sisi lain, telah mengancam untuk menyerang AS dan sekutunya jika mereka merasa terancam. Situasi ini telah menyebabkan kekhawatiran di kalangan negara-negara lain di kawasan, yang percaya bahwa konflik antara AS dan Iran dapat menyebabkan kemerosotan keamanan di seluruh kawasan. "Kami percaya bahwa konflik antara AS dan Iran harus diselesaikan melalui diplomasi, bukan kekerasan," kata sebuah pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Arab Saudi. "Kami mendukung upaya untuk meningkatkan dialog dan kerja sama antara negara-negara di kawasan, dan kami percaya bahwa ini dapat membantu mencegah konflik dan meningkatkan keamanan di seluruh kawasan." Dalam beberapa bulan terakhir, AS dan Iran telah terlibat dalam beberapa pertemuan diplomatik, termasuk pertemuan antara utusan khusus AS untuk Iran, Brian Hook, dan Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif. Namun, pertemuan-pertemuan ini belum berhasil mencapai kesepakatan yang signifikan, dan situasi di Timur Tengah tetap tegang. Dalam beberapa hari terakhir, beberapa negara, termasuk Tiongkok dan Rusia, telah menyerukan upaya untuk meningkatkan dialog dan kerja sama antara negara-negara di kawasan. "Kami percaya bahwa konflik antara AS dan Iran dapat diselesaikan melalui diplomasi, bukan kekerasan," kata sebuah pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Tiongkok. "Kami mendukung upaya untuk meningkatkan dialog dan kerja sama antara negara-negara di kawasan, dan kami percaya bahwa ini dapat membantu mencegah konflik dan meningkatkan keamanan di seluruh kawasan." Situasi di Timur Tengah tetap kompleks dan tidak pasti, dan belum jelas apa yang akan terjadi di masa depan. Namun, satu hal yang jelas adalah bahwa konflik antara AS dan Iran memiliki potensi untuk menyebabkan kemerosotan keamanan di seluruh kawasan, dan bahwa upaya untuk meningkatkan dialog dan kerja sama antara negara-negara di kawasan adalah sangat penting untuk mencegah konflik dan meningkatkan keamanan di seluruh kawasan.

Sumber: Redaksi Jumper Media - Diolah dari Berbagai Sumber Nasional

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Menkeu AS Bessent isyaratkan Trump akan "tekan" Xi soal Iran

Trending Now

Iklan

iklan