Pengprov TI Sumut dan Panitia YPTC Audiensi ke Dinas Pendidikan Sumut, Perkuat Sinergi Pembinaan Atlet Muda
Medan, Poskini.com — Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Sumatera Utara bersama Panitia Pelaksana Kejuaraan YPTC Trophy Dansat Siber TNI melakukan audiensi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Senin (21/9/2026).
Audiensi berlangsung di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Jalan Teuku Cik Ditiro No. 1-D, Kelurahan Madras Hulu, Kota Medan. Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi dalam mendukung pembinaan olahraga taekwondo, khususnya pengembangan potensi atlet muda dan pelajar di Sumatera Utara.
Rombongan Pengprov TI Sumut dipimpin Sekretaris Pengprov TI Sumut, Tulus Abdiansa, didampingi Kabid Organisasi Pengprov TI Sumut, Zulkarnain Samiun, serta Ketua Panitia YPTC, Jefri E Sebayang.
Sementara dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, audiensi diwakili Fridolin Arapenta Sembiring dan Siska Ginting, selaku Staf Bidang Pendidikan Khusus (PPK), yang mewakili Kabid Pendidikan Khusus (PPK).
Dalam pertemuan tersebut, Pengprov TI Sumut dan Panitia YPTC memaparkan rencana pelaksanaan Kejuaraan YPTC Trophy Dansat Siber TNI, sebuah ajang kompetisi cabang olahraga taekwondo yang diarahkan untuk mendukung pembinaan serta peningkatan prestasi atlet muda.
Kejuaraan tersebut mengusung tema “Mencetak Generasi Emas 2045”, dengan semangat menjadikan olahraga sebagai sarana pembentukan karakter generasi muda melalui nilai disiplin, sportivitas, tanggung jawab dan mental kompetitif.
Sekretaris Pengprov TI Sumut, Tulus Abdiansa, menyampaikan bahwa pembinaan atlet membutuhkan dukungan lintas sektor, termasuk dunia pendidikan. Menurutnya, pelajar yang memiliki potensi di bidang olahraga perlu diberikan ruang untuk mengembangkan kemampuan tanpa mengesampingkan pendidikan.
“Taekwondo bukan hanya tentang prestasi pertandingan. Di dalamnya terdapat nilai disiplin, sportivitas, tanggung jawab dan pembentukan karakter.
Karena itu, sinergi dengan dunia pendidikan menjadi bagian penting dalam membangun pembinaan atlet yang berkelanjutan,” ujar Tulus Abdiansa.
Tulus juga menyampaikan pesan Ketua Pengprov TI Sumut, H. Hamdani Sahputra, S.Sos., bahwa Taekwondo Indonesia Sumatera Utara berkomitmen untuk terus memperluas dan memperkuat pembinaan taekwondo di seluruh kabupaten/kota di Sumatera Utara.
Menurutnya, pengembangan organisasi dan pembinaan atlet harus berjalan secara beriringan, sehingga semakin banyak pelajar dan generasi muda yang mendapatkan kesempatan untuk mengenal, berlatih dan berprestasi melalui olahraga taekwondo.
Sementara itu, Kabid Organisasi Pengprov TI Sumut, Zulkarnain Samiun, menambahkan bahwa Pengprov TI Sumut terus mendorong terbentuknya ekosistem pembinaan yang memberikan kesempatan lebih luas kepada atlet-atlet muda untuk mengikuti kompetisi secara terukur dan berjenjang.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia YPTC, Jefri E Sebayang, memaparkan kesiapan panitia dalam menyelenggarakan kejuaraan, termasuk konsep pertandingan, peserta, aspek teknis serta tujuan pembinaan yang ingin dicapai melalui kegiatan tersebut.
Menurut Jefri, YPTC Trophy Dansat Siber TNI diharapkan tidak berhenti sebagai ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah bagi atlet muda untuk memperoleh pengalaman bertanding, mengukur kemampuan sekaligus membangun mental juara.
Dari pihak Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Fridolin Arapenta Sembiring dan Siska Ginting, selaku Staf Bidang Pendidikan Khusus (PPK), menyambut baik komunikasi yang dibangun Pengprov TI Sumut dan Panitia YPTC.
Audiensi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dalam mendukung kegiatan positif yang berkaitan dengan pembinaan generasi muda dan pengembangan olahraga prestasi, khususnya di kalangan pelajar.
Pertemuan kemudian ditutup dengan komitmen untuk terus membangun komunikasi dan koordinasi antara Pengprov TI Sumut, Panitia YPTC dan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara.
Dalam kesempatan tersebut, Pengprov TI Sumut bersama Panitia YPTC juga menyerahkan plakat cinderamata YPTC Trophy Dansat Siber TNI sebagai bentuk apresiasi dan simbol terjalinnya komunikasi serta sinergi antarlembaga.
Sinergi antara dunia olahraga dan pendidikan tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap lahirnya atlet-atlet muda berprestasi sekaligus generasi yang memiliki karakter kuat, disiplin dan sportif, sejalan dengan semangat “Mencetak Generasi Emas 2045."
J.Saragih