Binjai, Poskini.com — Cabang olahraga karate di Kota Binjai terus menunjukkan prestasi membanggakan. Terbukti pada PON Bela Diri 2025 di Jakarta, atlet asal Binjai, Rizki Lowyer, berhasil menyumbangkan medali emas kelas kumite untuk kontingen Sumatera Utara.
Meski demikian, kepengurusan Induk Organisasi Cabang Karate Indonesia (FORKI) Kota Binjai telah vakum hampir setahun lebih. Setelah koordinasi intens antarinsan karate se-Kota Binjai, para senior, ketua perguruan, dan pelatih sepakat mengaktifkan kembali FORKI periode 2026-2030.
Pada 31 Maret 2026, rombongan pengurus perguruan dan pelatih karate mendatangi Kantor KONI Kota Binjai. Mereka meminta saran dan masukan agar Musyawarah Kota (Muskot) FORKI segera digelar. Ketua KONI Kota Binjai, Arfat, langsung berkoordinasi dengan Bidang Organisasi FORKI Sumatera Utara (Sempay Rawy) dan menyurati Pengprov FORKI Sumut.
Respons cepat datang dari Ketua Harian FORKI Sumut melalui Surat Keputusan Nomor 802/FORKI/SU/2026. Surat tersebut memmandatkan Ketua KONI Binjai sebagai caretaker untuk melaksanakan Muskot FORKI Kota Binjai periode 2026-2030.
Arfat bersama Sekretaris KONI Zulhamdi, Kabid Organasi Rahmat Sembiring, Kabid Binpres Andi Lala, dan pengurus lainnya langsung menggelar Pra Muskot. Acara digelar di Aula Rapat Kantor KONI pada Rabu (8/4/2026) pukul 15.00 WIB, dihadiri 13 perguruan karate serta senior seperti Sempay Suheri, Sempay Yetno, Sempay Azman, dan Sempay Lilik.
Dalam sambutannya, Arfat yang diamanatkan sebagai caretaker menyatakan, ia akan menunjuk tim penjaringan dan penyaringan calon ketua FORKI periode 2026-2030 dari pengurus KONI dan perguruan karate.
"Saya berharap seluruh insan karate Kota Binjai kembali bersatu dalam satu wadah FORKI. Jangan terkotak-kotak atau terpecah belah. Kita bermusyawarah demi kemajuan karate Binjai, pilih calon ketua yang bijaksana, mampu merangkul semua pihak, dan membawa prestasi lebih baik ke depan," tutupnya.
>J saragih
